Sosok Wanita Di Zaman Nabi, Inspriasi Kaum Muslimah – Dunia Muslimah

Ada banyak contoh inspirasi di masa lalu tentang aktivitas luar biasa dalam ranah publik yang digeluti oleh wanita muslimah. Sebagai contoh kisah seorang wanita yang diceritakan dalam kitab Ath-Taqabat karangan Ibn Sa’id, mengisahkan tentang Ummu Qailah dari Bani Ammar pernah datang kepada Rasulullah SAW untuk meminta petunjuk mengenai pengelolaan jual beli. Istri Rasulullah SAW, Zainab binti Jahsy, juga aktif bekerja menyamak kulit binatang, menjualnya dan hasil usahanya sebagian disedekahkan. Ada lagi kisah seorang wanita yang pandai menulis bernama Asy-Syifa, yang ditugaskan oleh Khalifah Umar bin Khattab RA sebagai petugas yang mengatur manajemen perdagangan kota Madinah. Tidak lupa ibunda Khadijah, istri Rasulullah SAW, yang sangat terkenal dengan kepiawaiannya dalam mengelola perdagangan bahkan sampai level perdagangan lintas negara.

Selain aktivitas perekonomian, tidak sedikit pula wanita muslimah yang sangat menonjol pengetahuannya dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Aisyah RA adalah contoh wanita muslimah yang sangat dalam pengetahuan agamanya, meriwayatkan banyak hadist serta dikenal kritis dan cerdas. Asy-Syaikhah Syuhrah yang digelari sebagai Fakhr An-nisa (kebanggan perempuan) adalah salah seorang guru dari Imam Syafi’i. Ratu Rukhayah, istri dari Raja Akbar dari dinasti Mughal di India, terkenal karena kemampuannya menguasai banyak bahasa dan kecerdasannya dalam mengelola negara bersama Raja Akbar. Terdapat juga Ummu Salamah yang terkenal cerdas dan berjasa memberikan masukan kepada Rasulullah SAW pada momen Perjanjian Hudaibiyah. Kemudian Ummu Hani’ yang sikapnya dibenarkan oleh Rasulullah SAW ketika memberikan jaminan keamanan kepada sebagian orang musyrik.

Dari kisah-kisah di atas terlihat jelas bagaimana aktivitas muslimah pada masa itu menggambarkan perempuan yang taat beragama, cerdas, terpelihara martabat kewanitaannya dan harmonis dalam kehidupan keluarganya. Hal ini dibuktikan sebelum memutuskan suatu hal yang penting, para wanita muslimah bertanya lebih dahulu kepada Rasulullah SAW, agar keputusan yang mereka buat tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan mendapatkan restu dan keridhaan Rasulullah SAW.

Begitulah teladan luar biasa dari istri-istri Rasulullah dan para shahabiyah, semoga kita dapat meneladani mereka dengan baik. Bekerja ataupun terlibat dalam aktivitas di luar rumah seperti aktivitas sosial dan aktivitas dakwah dapat dilakukan oleh wanita muslimah selama tidak melanggar batasan syar’i dan aturan-aturan Islam. Idealnya wanita muslimah dapat beraktivitas secara proporsional untuk kemudian bersinergis dengan masyarakat dalam membangun peradaban yang Islami.

Wallahu a’lam bis shawwab.

Artikel ini bermanfaat? berbagilah dengan sahabat Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *